Berbagai program mata-mata yang dilakukan Badan Keeamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat memang dimaksudkan agar dapat melindungi negaranya dari bentuk serangan sekecil apapun. Namun nyatanya, menurut Edward Snowden, yang merupakan mantan anggota NSA, lembaga tersebut tak sepenuhnya melindungi warga negara AS atau membuat mereka merasa aman, malah cenderung merugikan.

NSA 2

“Mereka telah merugikan perekonomian kita. Mereka merugikan negara kita. Mereka membatasi kemampuan kita untuk berbicara, berpikir, hidup, menjadi kreatif, memiliki hubungan, dan berafiliasi dengan bebas,” kata Snowden dalam sebuah video yang diposting ke website Wikileaks, dilansir The Inquirer.

Ini pertama kalinya Snowden dapat berbicara di hadapan publik semenjak dirinya membocorkan dokumen rahasia program mata-mata NSA bernama PRISM ke media The Guardian dan surat kabar lainnya. Saat ini, ia masih berada di Moscow untuk mendapat perlindungan suaka politik dari pemerintah Rusia. Pasalnya, setelah membocorkan dokumen tersebut, Snowden menjadi salah satu buronan paling dicari oleh pemerintah AS. Snowden pun sudah bisa menyesuaikan dirinya dengan kehidupan di Rusia dan tidak ada bukti juga, Snowden masih di bawah kendali NSA. Akibat itu juga, hubungan antara Rusia dan AS pun kian tegang.

Snowden mengatakan, berbagai bentuk pengawasan NSA terhadap Internet dan data lainnya tidak akan membantu AS, malah akan membuat negara itu kian terluka. Pasalnya, ulah NSA ini malah membuat pemerintah AS makin dibenci oleh penduduknya dan pengguna Internet yang ada di seluruh dunia. Bahkan tak sedikit juga pemimpin negara lain hingga lembaga sekelas PBB yang turut ikut campur mengkritik pemerintah AS. “(Pengawasan massal NSA) menampatkan kita pada risiko konflik dengan pemerintah kita sendiri”.

Dalam sebuah catatan pendukung yang mendukung video itu, WikiLeaks mengatakan pernyataan Snowden ini direkam saat ia menerima Sam Adams Award, penghargaan yang diberikan tiap tahunnya oleh sekelompok pensiunan petugas intelejen AS. Nama perhargaan itu diambil dari nama seorang mantan analis intelejen di Central Intelligence Agency (CIA) AS yang selama Perang Vietnam menuduh AS telah sengaja meremehkan kekuatan musuhnya guna tujuan politik tertentu.

Bukan hanya Snowden yang merasa NSA telah melukai negaranya sendiri. September lalu, seperti diberitakan sebelumnya, pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, juga mengaku kecewa dengan program pengintaian NSA yang dapat merusak kepercayaan pengguna terhadap Internet. Akibat itu juga, tidak sedikit pengguna Internet AS yang mulai menghapus akunnya di Facebook dan jejaring sosial lainnya.

“Terus terang saja, saya pikir pemerintah (AS) gagal,. Ini adalah tugas pemerintah kita untuk melindungi kita semua dan juga melindungi kebebasan kita dan melindungi ekonomi dan perusahaan,” ungkap Zuckerberg, kala itu.

Sumber : www.jagatreview.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − 6 =